Monday, September 17, 2018

BAB II (Tinjau Pustaka)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.   Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan sebuah program komputer yang telah dirancang untuk mengambil beberapa keputusan, contohnya seperti keputusan yang diambil oleh satu orang atau beberapa orang pakar. Sistem pakar juga merupakan salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang cukup banyak diminati karena penerapannya diberbagai bidang, misalkan di bidang ilmu pengetahuan yang membuktikan sangat membantu dalam pengambilan beberapa keputusan dan sangat luas untuk penerapannya. 

Yang dimaksud dengan sistem adalah susunan yang sengaja di rancang untuk suatu proses yang berjalan secara bertahap yang memiliki alur jelas dalam penerapannya. Untuk konsep dasar sistem memiliki arti keseluruhan yang telah tersusun untuk berjalannya suatu proses hingga akhir, antara komponen yang satu dengan komponen lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan pakar disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang awam, contonya psikolog, dokter, mekanik dan lain-lain. Jadi sistem pakar merupakan suatu sistem komputer yang dirancang agar dapat melakukan penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang keahlian tertentu. (Indrarti & Marlinda, 2019)


2.2.   Komunikasi Pemasaran Terpadu (Intergrated Marketing Communication)

IMC atau singkatan dari Integrated Marketing Communication  merupakan suatu proses dari perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari konsep perencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, misalnya seperti direct marketing, sales promotion, public relation, personal selling dan advertising, selanjutnya mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal. (Pratama, Purwanti, & Wibowo, 2018)

    5 konsep dasar untuk pengembangan berbagai program IMC :
1)    Direct Marketing
Direct marketing yang terdiri dari front-enddan back end operations, front-end menyusun harapan-harapan dari konsumen yang mencakup the offer (yaitu segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh perusahaan guna mencapai perilaku customer yang diinginkan perusahaan). Maka pada saat perusahaan ingin memiliki hubungan langsung dengan customer tanpa harus melalui retailer, maka digunakanlah direct-response marketing. Contohnya Iinteractive, close-loop, database-driven messaging system yang menggunakan banyak jenis media untuk menciptakan respon behavioral.
2)    Sales Promotion
Merupakan tindakan penawaran nilai tambah yang dirancang untuk menyampaikan suatu produk atau jasa agar menggerakkan dan mempercepat respons dari para customer. Sales promotion juga pada konsepnya digunakan untuk mengajak para customer agar melakukan tindakan dengan melihat dan membeli produk yang dituju dengan adanya penawaran khusus pada suatu produk dalam jangka waktu yang terbatas.
3)     Public Relation/MPR
Public relation akan melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak hanya bertugas men-track opini publik saja, tetapi juga bertugas me-manage corporate brand dan menjaga reputasinya. Selanjutnya MPR adalah salah satu fungsi public relation yang digunakan sebagai media tanpa bayar untuk menyampaikan brand information yang berguna mempengaruhi calon customer atau customer secara positif.
4)     Personal Selling
Merupakan komunikasi antara dua arah dimana seorang penjual menjelaskan fitur dari suatu brand untuk kepentingan pembeli (customer).
5)     Advertising
Adversiting adalah bentuk komunikasi impersonal yang digunakan oleh perusahaan barang maupun jasa. Ini dilakukan untuk menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan, membujuk calon pembeli dan membedakan pelayanan perusahan satu dengan yang lainnya.

            Strategi IMC :
1)     Target market vs target audience
Untuk target market merupakan siapa yang mengonsumsi produk kita. Sedangkan target audience merupakan siapa yang menjadi sasaran program komunikasi. Contoh produk susu formula bayi, untuk target market ialah bayi dan untuk target audience ialah orang tua si bayi.
2)     Message strategy
Meliputi konsep, penetrasi pesan (pendekatan dan daya tarik), serta eksekusi pesan.
3)     Media strategy
Kombinasi penggunaan media massa, interpersonal dan interaktif.
4)     Line elements
Meliputi soft-sell dan hard-sell.
5)     Budget
Top-down atau Bottom-up.


2.3.   Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) karena metode ini menerapkan proses penilaian berdasarkan beberapa kriteria yang dibandingkan berpasangan untuk menghasilkan alternatif terbaik. (Journal et al., 2017)

Gambar 1. Tahapan kegiatan menggunakan metode AHP untuk peningkatan kualitas obyek wisata

Analytical Hierarchy Process dikebangkan oleh Thomas L. Saaty, yaitu seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka dengan efektif atas persoalan yang kompleks dimana jumlah aspek atau kriteria yang ada cukup banyak, dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keptusan dengan memecahkan suatu situasi yang kompleks dan tidak terstruktur kedalam beberapa komponen-komponen dalam susunan yang hirarki. Kompleksitas ini juga dapat disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi dalam pengambilan keputusan serta belum tersedianya data statistik yang akurat atau bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali.

Peralatan utama Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah memiliki sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Proses hirarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. (Kawasan, Wisata, Kabupaten, & Barat, n.d.)

Rumus Metode AHP :

 

Tabel 2.1 Nilai RI (Random Index)
N









0
1
R
I
.00
.00
.58
.90
.12
.24
.32
.41
.45
.49
.51
Sumber: Saaty, 1980


2.4.   Ringkasan Jurnal Orang Lain

Tabel 2.2 Ringkasan Jurnal-jurnal Orang Lain

Peneliti
Andhian Irma Nugrahawati (2017)
Zaenafi Ariani, Muhammad Nursan (2017)
Robi Yanto (2017)
Ferry Rahmadhani (2017)
Ade Masya Resa, Zulfan Saam, Suardi Tarumun (2017)
Judul
Strategi Pengembangan Objek Wisata Maroon Mangrove Edupark Di Kelurahan Tugerejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang
Strategi Pengembangan Desa Mantar Sebagai Kawasan Desa Wisata Di Kabupaten Sumbawa Barat
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Upaya Peningkatan Kualitas Objek Wisata
Strategi Pengembangan Wisata Punthuk Setumbu Kabupaten Magelang
Strategi Penataan Kawasan Pemunkiman Kumuh Perkotaan Kampung Bandar Kota Pekanbaru
Model
Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analytical Hierarchy Process (AHP)
Tujuan
Untuk merumuskan strategi pengembangan untuk objek wisata Maroon Mangrove Edupark di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
1)    Untuk menentukan jenis wisata utama dan pendukung di Desa Mantar.
2)    Untuk mengetahui strategi pengembangan Desa Mantar sebagai kawasan desa wisata di Kabupaten Sumatera Barat.
Agar dapat mengurangi penilaian secara subyektif terhadap peningkatan kualitas objek, sehingga menghasilkan sistem penilaian yang tepat dan objektif terhadap objek wisata yang akan dikembangkan.
1)    Menganalisi partisipasi aktif masyarakat dan kinerja pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya Punthuk Setumbu.
2)    Menganalisis prioritas kebijakan yang perlu dilakukan dalam rangka pengelolaan daya tarik wisata Punthuk Setumbu Kabupaten Magelang.
Untuk mengidentifikasi strategi penataan kawasan pemrukiman kumuh Kampung Bandar berdasarkan kriteria-kriteria yang ada dengan menggunakan metode matrik berpasangan.

DAFTAR PUSTAKA

Indrarti, W., & Marlinda, L. (2019). Sistem Pendukung Keputusan Rumah Tinggal Menggunakan Metode Promethee, 2(April 2018), 172–175.
Journal, C., Yanto, R., & Informasi, S. (2017). Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Upaya Peningkatan Kualitas Objek Wisata, 4(3), 163–173.
Kawasan, S., Wisata, D., Kabupaten, D. I., & Barat, S. (n.d.). Strategi pengembangan desa mantar sebagai kawasan desa wisata di kabupaten sumbawa barat.
Management, J. O. F. (2017). STRATEGI PROMOSI PARIWISATA KOTA KUPANG MELALUI PEMBUATAN MEDIA KATALOG WISATA Abas Kasim, 4(1), 71–90.
Pratama, A. P., Purwanti, S., & Wibowo, S. E. (2018). STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU SAMARINDA, 6(1), 298–310.
http://www.sistemphp.com/langkah-langkah-contoh-perhitungan-metode-ahp/

No comments:

Post a Comment

Metode CRM Pada Perancangan dan Implementasi E-Commerce Ikan Air Tawar: Studi Kasus Peternakan Ikan Air Tawar Daerah Sukabumi Jawa Barat

Menurut (Ricardo Chalmeta, 2005), CRM adalah strategi bisnis yang berfokus pada pelanggan yang  secara dinamis mengintegrasikan penjualan,...