BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sistem Pakar
Sistem
pakar merupakan sebuah program komputer yang telah dirancang untuk mengambil beberapa
keputusan, contohnya seperti keputusan yang diambil oleh satu orang atau
beberapa orang pakar. Sistem pakar juga merupakan salah satu bidang teknik
kecerdasan buatan yang cukup banyak diminati karena penerapannya diberbagai
bidang, misalkan di bidang ilmu pengetahuan yang membuktikan sangat membantu
dalam pengambilan beberapa keputusan dan sangat luas untuk penerapannya.
Yang
dimaksud dengan sistem adalah susunan yang sengaja di rancang untuk suatu
proses yang berjalan secara bertahap yang memiliki alur jelas dalam
penerapannya. Untuk konsep dasar sistem memiliki arti keseluruhan yang telah
tersusun untuk berjalannya suatu proses hingga akhir, antara komponen yang satu
dengan komponen lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan pakar disini adalah
orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang
tidak dapat diselesaikan orang awam, contonya psikolog, dokter, mekanik dan
lain-lain. Jadi sistem pakar merupakan suatu sistem komputer yang dirancang
agar dapat melakukan penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang
keahlian tertentu. (Indrarti & Marlinda,
2019)
2.2. Komunikasi Pemasaran
Terpadu (Intergrated Marketing Communication)
IMC atau singkatan dari Integrated
Marketing Communication merupakan suatu proses dari perencanaan
komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari konsep perencana
komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai elemen komunikasi
pemasaran, misalnya seperti direct
marketing, sales promotion, public
relation, personal selling dan advertising, selanjutnya mengombinasikan
disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan dampak
komunikasi yang maksimal. (Pratama, Purwanti, & Wibowo, 2018)
5 konsep dasar untuk pengembangan berbagai program IMC
:
1) Direct Marketing
Direct marketing yang terdiri dari front-enddan back end operations, front-end menyusun
harapan-harapan dari konsumen yang mencakup the offer (yaitu
segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh perusahaan guna mencapai
perilaku customer yang diinginkan perusahaan). Maka pada saat
perusahaan ingin memiliki hubungan langsung dengan customer tanpa harus melalui retailer, maka digunakanlah direct-response
marketing. Contohnya
Iinteractive, close-loop, database-driven
messaging system yang menggunakan banyak jenis media untuk menciptakan
respon behavioral.
2) Sales Promotion
Merupakan tindakan penawaran nilai tambah yang dirancang
untuk menyampaikan suatu produk atau jasa agar menggerakkan dan mempercepat
respons dari para customer. Sales
promotion juga pada konsepnya digunakan untuk mengajak para customer agar
melakukan tindakan dengan melihat dan membeli produk yang dituju dengan adanya
penawaran khusus pada suatu produk dalam jangka waktu yang terbatas.
3) Public Relation/MPR
Public relation akan melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak
hanya bertugas men-track opini
publik saja, tetapi juga bertugas me-manage corporate brand dan menjaga reputasinya.
Selanjutnya MPR adalah salah satu fungsi public
relation yang digunakan sebagai media tanpa bayar untuk menyampaikan brand
information yang berguna mempengaruhi calon customer atau customer secara
positif.
4) Personal Selling
Merupakan komunikasi antara dua arah dimana seorang penjual
menjelaskan fitur dari suatu brand untuk kepentingan pembeli (customer).
5) Advertising
Adversiting adalah
bentuk komunikasi impersonal yang digunakan oleh perusahaan barang maupun jasa.
Ini dilakukan untuk menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan,
membujuk calon pembeli dan membedakan pelayanan perusahan satu dengan yang
lainnya.
Strategi
IMC :
1) Target market vs target audience
Untuk
target market merupakan siapa yang mengonsumsi produk kita. Sedangkan target
audience merupakan siapa yang menjadi sasaran program komunikasi. Contoh produk
susu formula bayi, untuk target market ialah bayi dan untuk target audience
ialah orang tua si bayi.
2) Message
strategy
Meliputi
konsep, penetrasi pesan (pendekatan dan daya tarik), serta eksekusi pesan.
3) Media
strategy
Kombinasi
penggunaan media massa, interpersonal dan interaktif.
4) Line
elements
Meliputi
soft-sell dan hard-sell.
5) Budget
Top-down
atau Bottom-up.
2.3. Metode Analytical
Hierarchy Process (AHP)
Metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah Analytical
Hierarchy Process (AHP) karena metode ini menerapkan proses penilaian
berdasarkan beberapa kriteria yang dibandingkan berpasangan untuk menghasilkan
alternatif terbaik. (Journal et al., 2017)
Gambar 1. Tahapan
kegiatan menggunakan metode AHP untuk peningkatan kualitas obyek wisata
Analytical Hierarchy Process dikebangkan oleh Thomas L. Saaty, yaitu seorang ahli
matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka dengan efektif atas persoalan
yang kompleks dimana jumlah aspek atau kriteria yang ada cukup banyak, dengan
menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keptusan dengan memecahkan
suatu situasi yang kompleks dan tidak terstruktur kedalam beberapa komponen-komponen
dalam susunan yang hirarki. Kompleksitas ini juga dapat disebabkan oleh
struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi dalam pengambilan
keputusan serta belum tersedianya data statistik yang akurat atau bahkan bisa
dibilang tidak ada sama sekali.
Peralatan
utama Analytical Hierarchy Process (AHP)
adalah memiliki sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi
manusia. Proses hirarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi
perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan
persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan
yang diinginkan darinya. (Kawasan, Wisata, Kabupaten,
& Barat, n.d.)
Rumus Metode AHP :
Tabel
2.1 Nilai RI (Random Index)
N
|
0
|
1
|
|||||||||
R
I
|
.00
|
.00
|
.58
|
.90
|
.12
|
.24
|
.32
|
.41
|
.45
|
.49
|
.51
|
Sumber: Saaty, 1980
2.4. Ringkasan Jurnal
Orang Lain
Tabel 2.2 Ringkasan Jurnal-jurnal Orang Lain
Peneliti
|
Andhian
Irma Nugrahawati (2017)
|
Zaenafi
Ariani, Muhammad Nursan (2017)
|
Robi
Yanto (2017)
|
Ferry
Rahmadhani (2017)
|
Ade
Masya Resa, Zulfan Saam, Suardi Tarumun (2017)
|
Judul
|
Strategi
Pengembangan Objek Wisata Maroon Mangrove Edupark Di Kelurahan Tugerejo,
Kecamatan Tugu, Kota Semarang
|
Strategi
Pengembangan Desa Mantar Sebagai Kawasan Desa Wisata Di Kabupaten Sumbawa
Barat
|
Penerapan
Metode Analytical Hierarchy Process dalam Upaya Peningkatan Kualitas Objek
Wisata
|
Strategi
Pengembangan Wisata Punthuk Setumbu Kabupaten Magelang
|
Strategi
Penataan Kawasan Pemunkiman Kumuh Perkotaan Kampung Bandar Kota Pekanbaru
|
Model
|
Analytical
Hierarchy Process (AHP)
|
Analytical
Hierarchy Process (AHP)
|
Analytical
Hierarchy Process (AHP)
|
Analytical
Hierarchy Process (AHP)
|
Analytical
Hierarchy Process (AHP)
|
Tujuan
|
Untuk
merumuskan strategi pengembangan untuk objek wisata Maroon Mangrove Edupark
di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
|
1)
Untuk
menentukan jenis wisata utama dan pendukung di Desa Mantar.
2)
Untuk
mengetahui strategi pengembangan Desa Mantar sebagai kawasan desa wisata di
Kabupaten Sumatera Barat.
|
Agar
dapat mengurangi penilaian secara subyektif terhadap peningkatan kualitas
objek, sehingga menghasilkan sistem penilaian yang tepat dan objektif
terhadap objek wisata yang akan dikembangkan.
|
1)
Menganalisi
partisipasi aktif masyarakat dan kinerja pihak terkait dalam pengelolaan
sumber daya Punthuk Setumbu.
2)
Menganalisis
prioritas kebijakan yang perlu dilakukan dalam rangka pengelolaan daya tarik
wisata Punthuk Setumbu Kabupaten Magelang.
|
Untuk
mengidentifikasi strategi penataan kawasan pemrukiman kumuh Kampung Bandar
berdasarkan kriteria-kriteria yang ada dengan menggunakan metode matrik
berpasangan.
|
DAFTAR PUSTAKA
Indrarti, W., & Marlinda, L. (2019). Sistem
Pendukung Keputusan Rumah Tinggal Menggunakan Metode Promethee, 2(April
2018), 172–175.
Journal,
C., Yanto, R., & Informasi, S. (2017). Penerapan Metode Analytical
Hierarchy Process dalam Upaya Peningkatan Kualitas Objek Wisata, 4(3),
163–173.
Kawasan,
S., Wisata, D., Kabupaten, D. I., & Barat, S. (n.d.). Strategi pengembangan
desa mantar sebagai kawasan desa wisata di kabupaten sumbawa barat.
Management,
J. O. F. (2017). STRATEGI PROMOSI PARIWISATA KOTA KUPANG MELALUI PEMBUATAN
MEDIA KATALOG WISATA Abas Kasim, 4(1), 71–90.
Pratama,
A. P., Purwanti, S., & Wibowo, S. E. (2018). STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
TERPADU SAMARINDA, 6(1), 298–310.
http://www.sistemphp.com/langkah-langkah-contoh-perhitungan-metode-ahp/


No comments:
Post a Comment