Menurut (Ricardo Chalmeta, 2005), CRM adalah strategi bisnis yang berfokus pada pelanggan yang secara dinamis mengintegrasikan penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan perawatan dalam rangka untuk menciptakan dan menambah nilai bagi perusahaan dan pelanggannya. Perubahan terhadap strategi berfokus pada pelanggan mengarah kepada tuntutan yang kuat untuk solusi CRM oleh perusahaan. Memahami bagaimana konsep CRM dalam mengelola hubungan dengan pelanggan dengan perusahaan sangat penting diantaranya: (Marlinda, 2010)
- Konsep yang membangun dari proses CRM dan dimensi.
- Mengoperasionalkan dan memvalidasi ini dalam membangun CRM.
- Secara empiris meneliti konsekuensi kinerja organisasi dalam menerapkan proses CRM.
Gambar 1 ERD E-Commerce Ikan Air Tawar
Secara garis besar, langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pemodelan ini mengunakan identifikasi kelas serta indentifikasi interaksi antar kelas dan diagram-diagram yang terdapat pada UML.
ERD adalah suatu pemodelan dari basisdata relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.
ERD pada sistem yang dikembangkan dapat dilihat pada Gambar 1. Berikut adalah atribut pada tiap entitas yang ada,
- BANK (id, nama, keterangan)
- CARA_PEMBAYARAN (id, nama)
- PEMBAYARAN (id, jumlah, no_transaksi, tgl_bayar, keterangan)
- ORDER (id, tgl_pesan, total_pembayaran, status, keterangan)
- CART (id, tgl_pilih, status)
- IKAN (id, nama, perkiraan populasi, keterangan)
- NAMA_LATIN (id, nama, penemu, tempat ditemukan, tgl_ditemukan, keterangan)
- SATUAN (id, nama, keterangan)
- HARGA (Id, harga, tgl input harga, keterangan)
- MEMBER (id, no identitas, npwp, nama, alamat, no telp, email, tgl_masuk)
- KARYAWAN (id, no identitas, nama, no telp, email)
- USER (id, username, password, status)
- JABATAN (id, nama)
- BERITA (id, id user, waktu isi, judul, isi)
- SARAN (id, id user, nama, email, waktu isi, isi)
Use case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”.
Gambar 2. Use Case Penjualan Ikan
Gambar 3. Sequence diagram Penjualan Ikan
Sequence diagram, menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri antar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
Metode Implementasi :
- Menetapkan item-item kuesioner yang nantinya dijadikan sebagai parameter penilaian penelitian,
- Observasi lapangan untuk menentukan lembaga pendidikan yang dapat dijadikan sebagai tempat penelitian,
- Melakukan survei awal terhadap 10 responden peternak untuk mendapatkan data sebelum implementasi (pre-test) melalui pengisian kuesioner,
- Penerapan e-commerce sebagai alat bantu penjualan secara online, melakukan survei untuk mendapatkan data setelah implementasi (post-test) melalui pengisian kuesioner oleh peternak ikan air tawar,
- Melakukan analisa hasil pengukuran penelitian.
Instrumen Penilaian Implementasi :
Secara fungsional, kegunaan instrumen penelitian adalah untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti pengumpulan informasi di lapangan. Ada empat media yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam proses penelitian yaitu kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini, alat yang digunakan untuk pengukuran data adalah kuesioner yang diisi melalui observasi. Instrumen observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. Dalam penelitian kuantitatif, instrumen observasi lebih sering digunakan sebagai alat pelengkap instrumen lain, termasuk kuesioner dan wawancara.
Analisa Hasil
Proses pembandingan hasil pre-test dan post-test proses pembandingan hasil pengukuran penelitian yang telah didapatkan sebelumnya. Adapun metode pembandingan ini adalah dengan analisa T-Test. Metode ini digunakan karena t-test dapat digunakan untuk menguji kecocokan atas perbedaan pada suatu eksperimen yang menggunakan satu kelompok sampel. Apabila sebelum melakukan eksperimen, peneliti melakukan pengukuran awal (pre-test), maka peneliti akan mempunyai dua kelompok nilai yang berasal dari satu kelompok sampel. Apabila ekperimen itu mempunyai dampak terhadap hasil (tujuan eksperimen), maka kedua kelompok skor tersebut akan menunjukan perbedaan yang signifikan. T-test akan membandingkan hasil perhitungan perbedaan hipotesa dengan t tabel (Lampiran 1). Apabila hasil perhitungan tersebut berbeda secara signifikan, maka hipotesa diterima. Untuk itu perlu diketahui beberapa variabel yang menjadi parameter perhitungan pada t-test.
Dari hasil perhitungan tersebut, maka t hitung akan dibandingkan dengan t tabel. Jika perbedaannya signifikan, maka disimpulkan bahwa hipotesa diterima. Dari data hasil pre test dan post test yang telah dilakukan sebelumnya:
Data tersebut adalah hasil rangkuman dari hasil kuesioner, lalu data di-generate menggunakan fungsi data analysis dan akan menghasilkan pengujian t-test: Paired Sample for Means
- Derajat kebebasan (dk), yaitu suatu angka yang menjelaskan sekumpulan skor sampel yang bebas dari kesalahan. Nilai dk diperoleh dari jumlah sampel-1. Jadi dalam hal ini, nilai dk=9 karena jumlah sampel adalah 10.
- Alpha, yaitu tingkat signifikansi pengujian. Besaran nilai yang umumnya digunakan adalah 0,05.
- Simpangan baku (Sd) yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
- Standard error (sx) yang dapat dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:
- Sedangkan untuk nilai t, dapat dihitung dengan rumus berikut:
Dari hasil perhitungan tersebut, maka t hitung akan dibandingkan dengan t tabel. Jika perbedaannya signifikan, maka disimpulkan bahwa hipotesa diterima. Dari data hasil pre test dan post test yang telah dilakukan sebelumnya:
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa t hitung adalah 4,341, t tabel pada a = 5% : 2 = 2,5 % (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 10 -1 = 9. Dengan pengujian 2 sisi (signifikan, berdasarkan t tabel 9) hasil diperoleh sebesar 2,262. nilai –t hitung > -t tabel (-4,341 >-2,262) dan P value (0,002 > 0,05) maka Ho diterima, artinya bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara penjualan secara tradisional dengan penjualan yang menggunakan secara online (ecommerce). Apabila tabel hasil pre test dan post test digambarkan menjadi grafik (ditunjukkan pada Gambar 4),maka akan tampak perbedaan hasil dari sebelum dan sesudah penerapan e-commerce sebagai alat bantu penjualan peternak ikan air tawar.
Gambar 4. Grafik Perbedaan Penjualan ikan Pre-Test (manual) dan Post-Test (online)
Dari grafik tersebut, terlihat bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penggunaan web penjualan yang digunakan oleh peternak ikan air tawar. Hal ini disebabkan karena rendahnya minat masyarakat sekitar terhadap penggunaan penjualan secara modern (E-Commerce), ketidaktahuan peternak ikan air tawar akan manfaat dari e-commerce, rendahnya pendidikan dari penduduk sekitar. Penjualan secara tradisional untuk saat ini sangat mendominasi, dikarena peternak hanya menjual kepada penduduk sekitar dalam jumlah kecil.
Daftar Pustaka
- Agus Irianto, H, Dr, Prof (2004). Statistik konsep Dasar dan Aplikasinya.Jakarta Kencana
- Awad, Elias M. (2002). Electronic Commerce :From Vision to Fulfillment. New Jersey :Pearson Education, Inc.
- Chaudhury, Abhijit., Kuilboer, Jean-Pierre. (2002). E-Business and E-Commerce Infrastructure : Technology Suporrting The E-Business Initiative. The McGraw-Hill, Inc.
- Gary Tifen , 2009, Analisis Customer Relationship Management pada Unilever Indonesia, Universitas Bina Nusantara
- Kalakota, Dr. Ravi., Whinston, Andrew B. (2002). Electronic Commerce : A Manager’s Guide. New Jersey : Addison Wesley.
- Laudon, C Kenneth., Traver, Carol Guercio.(2004). E-commerce : Business. Technology,Society. New Jersey: Addison Wesley.
- Marlinda, 2004, Sistem Basis Data, Andi Offset Yogyakarta
- Munawar, 2005. Pemodelan Visual dengan UML. Jakarta. Garaha Ilmu
- Nugroho, Bunafit, 2007. Trik dan Rahasia Membuat Aplikasi Web dengan PHP. Yogyakarta: Gaya Media Jogjakarta.
- Ricardo Chalmeta. 2006. “Methodology for customer relationship management”. The Journal of Systems and Software, 79: 1015-1024.
- Rayport, Jeffrey F., Jaworski, Bernard J. (2004). Introduction to E-Commerce, Second Edition. New York: The McGraw-Hill, Inc.
- Rudy, Suyan alias Wati, Reinaldi, Natalini, 2008, Analisis dan perancangan system e-commerce (Studi Kasus: PT. Istana Romantik Dekorindo), Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
- http://ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/kota-sukabumi/418-produksi-ikan-di-kota-sukabumi-belum-optimal.pdf
- http://herughowa.blogspot.com/Electronic Commerce/ diunduh tanggal 1 Juni 2010
- http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_844055768507.pdf






No comments:
Post a Comment